Resensi Buku " Gus Dur : Siapa Sih Sampeyan ? "

Tafsir Teoritik atas Tindakan dan Pernyataan Gus Dur



Judul Buku : Gus Dur , Siapa sih Sampeyan ?
Penulis : Al - Zastrow Ng.
Penerbit : Erlangga
Tahun Terbit : 1999
Tebal : 304 halaman



   Buku ini menceritakan tentang permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia, terlebih pada masa reformasi hingga pada masalah demokrasi. Dari sudut permasalahan tersebut, penulis menyajikan bagaimana tanggapan dan tindakan Gus Dur dalam mengambil solusinya.  Berawal dari teks itu bernama Gus Dur, dimana  gagasan, pikiran-pikirannya, hingga apa yang dibicarakan dan dilakukan menjadi perbincangan diberbagai kalangan masyarakat.
   Gus Dur anak dari pendiri NU, KH. Wahid Hasyim, yang berproses  hidup layaknya masyarakat biasa yang nyantri di Tebuireng, Jombang. Tahun 1949, Gusdur menyelesaikan sekolahnya di Jakarta yang kemudian dilanjutkan di Sekolah Menengah Ekonomi Pertama. Setelah satu tahun, dia pindah ke Pesantren Krapyak, Yogyakarta. Sekolah di Yogyakarta, Gus Dur di beri tugas oleh gurunya membaca buku setiap ada kesempatan. Dalam waktu satu atau dua tahun Gus Dur menghabiskan beberapa buku dalam bahasa Inggris.
   Usia 22 tahun, Gus Dur selesai menamatkan beberapa kitab dan melanjutkan sekolahnya di Universitas Al-Azhar, Mesir. Antara tahun 1966 sampai 1970 dia masuk dalam Departement of Religion di Universitas Baghdad. Dan berakhirlah perjalanannnya di luar negeri untuk kembali ke Jawa pada Juni 1971. Pengalaman hidup inilah yang menjadikan tindakan dan pemikirannya melampaui pemikiran sempit dalam berbagai kepentingan, ideologi, dan politik.
    Berkali-kali, Gus Dur di undang dalam berbagai sidang guna membahas masalah refrmasi. Penulis yang sebagai sahabat Gus Dur, kerap merasakan kekhawatiran apabila beliau nantinya  dimanfaatkan oleh pihak pemerintah untuk kepentingan pribadi ataupun  kelompok. Dan ya, Gus Dur tidak memikirkan hal tersebut. Baginya, kepentingan bangsalah yang paling penting. Ituah yang beliau sampaikan kepada penulis.
   Berbagai tindakan beliau lakukan untuk mencegah kerusakan. Begitu pula dengan salah satu diantaranya tragedi yang buku setebal 304 ini paparkan, yakni pembantaian di Banyuwangi. Gus Dur menuding bahwa kejadian ini ulah dari aparat pemerintah. Dilihat dari data-data yag telah ada, mirisnya tragedi tersebut tidak memberikan keadilan bagi para korban. Sehingga, Gus Dur memberikan tafsiran teoritiknya yang sulit di mengerti masyarakat. Tindakan inilah yang menimbulkan adanya pro dan kontra antara benar tidaknya sikap Gus Dur tersebut.
   Dalam buku tersebut memaparkan siapa saja pihak yang pro dan kontra  serta menyajikan alasannya masing-masing. Sehingga dari pembaca pun mudah untuk menerima dan mengerti akar dari permasalahan tersebut. Gus Dur yang selalu memberikan pernyataannya yang kerap aneh, tak luput oleh penulis jelaskan maksud dari apa yang telah dilakukan Gus Dur. Sehingga dari pembacanya pun dapat mengambil banyak ilmu dari tafsiran teoritik tindakan dan pernyataan Gus Dur.
    Sayangnya, warna sampul halamannya sedikit kurang menarik. Namun, jika dari desain gambar, terdapat unsur yang membangun maksud dari tujuan di buatnya buku tersebut. Terlihat jelas bahwa Gus Dur sedang berada tepat didepan mix, seolah olah beliau sedang memberikan tanggapan dan pernyataannya terhadap sesuatu. Sebenarnya, dimunculkannya tragedi-tragedi dan permasalahan dari masa reformasi sampai masalah demokrasi, sangat membantu pembaca untuk bisa menganalisis tafsiran pernyataan Gus Dur. Namun dikarenakan kebanyakan bahasa yang digunakan adalah bahasa politik. Maka, sedikit sulit bagi orang awam untuk bisa memahaminya. Meskipun begitu, buku ini memuat peristiwa yang dapat diambil pelajaran sehingga patut untuk dibaca.

0 Response to "Resensi Buku " Gus Dur : Siapa Sih Sampeyan ? " "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel